Minggu, 13 Januari 2013

PERKEMBANGAN MASA PRENATAL

Oleh : Khairya Alfiani


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia pada hakikatnya senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Proses perkembangan kehidupan manusia melalui beberapa tahapan. Umumnya, manusia akan selalu berubah mengikuti proses perkembangan di sekitar kehidupannya, dimulai sejak masa prenatal, masa bayi, lalu tumbuh menjadi seorang remaja, dewasa, dan kemudian meninggal.
Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu di saat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu. Namun, banyak masyarakat pedesaan pada umumnya cenderung menganggap bahwa permulaan perkembangan psikologis dimulai pada saat anak dilahirkan. Akibat kecenderungan ini, kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak pada masa prenatal. Padahal pada masa inilah penentu dan pembentuk karakter dan tingkah laku anak sesudah lahir.
Melihat keadaan masyarakat yang demikian, tentu sangat perlu untuk segera diluruskan. Inilah yang menyebabkan perkembangan masa prenatal perlu untuk dipelajari. Terutama yang perlu dipelajari yaitu tahapan selama masa prenatal, pengaruhnya terhadap tingkah laku sesudah dilahirkan, serta pendidikan yang baik selama masa prenatal.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan perkembangan masa prenatal?
2. Apa saja tahapan perkembangan janin dalam kandungan?
3. Apa saja pengaruh masa prenatal pada tingkah laku sesudah dilahirkan?
4. Bagaimana implikasi perkembangan masa prenatal pada pendidikan?
C. Tujuan
1. Menjelaskan apa yang dimaksud perkembangan masa prenatal.
2. Menjelaskan tahapan perkembangan janin dalam kandungan.
3. Menjelaskan bahaya-bahaya yang harus diperhatikan selama masa prenatal.
4. Menjelaskan implikasi perkembangan prenatal pada bidang pendidikan.
D. Manfaat
1. Bagi penulis dapat dijadikan ilmu tentang perkembangan masa prenatal.
2. Bagi guru dapat dijadikan pemahaman bahwa kepribadian siswa merupakan implikasi dari hasil perkembangan masa prenatal.
3. Bagi orang tua agar memahami serta dapat melakukan tindakan yang tepat saat menghadapi perkembangan masa prenatal.
4. Bagi pembaca diharapkan dapat memberikan masukan bagi yang berkepentingan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Masa Prenatal
Periode prenatal/masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika indung telur (ovum) wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Di lihat dari segi waktunya, periode prenatal ini merupakan periode perkembangan manusia yang paling singkat, tetapi justru pada periode inilah dipandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu (Ani Endriani, 2011).
Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis. Meskipun tidak dapat diklaim bahwa periode ini merupakan periode yang paling berbahaya dalam seluruh rentang kehidupan, banyak yang percaya bahwa masa anak-anak lebih berbahaya tetapi jelas bahwa periode ini merupakan masa di mana bahaya-bahaya lingkungan atau bahaya-bahaya psikologis dapat sangat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya atau bahkan dapat mengakhiri suatu perkembangan (Ani Endriani, 2011).
B. Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan
Permulaan kehidupan manusia dapat ditinjau secara psikologis dan biologis. Secara psikologis kehidupan manusia dimulai pada saat janin mulai berinteraksi terhadap rangsang-rangsang dari luar. Reaksi terhadap rangsang dari luar telah dimulai sangat awal. Ditinjau secara biologis kehidupan dimulai pada saat terjadinya konsepsi atau pembuahan, yakni bersatunya sel telur (ovum: tunggal, ova: jamak) dan sel laki-laki (spermatozoa: tunggal, spermatozoon: jamak). Kedua sel yang telah bersatu tersebut tumbuh dan berkembang dalam organ reproduksi wanita (gonad). Sel telur diproduksi dalam gonad wanita (ovarium) dan sel spermatozoa diprodiksi dalam gonad pria (tes tes) (Rita Eka Izzaty, 2008).
. Proses terjadinya pembuahan dalam dilihat pada gambar berikut ini.
pembuahan sel telur
Gambar 1. Pembuahan sel telur
Kemungkinan terjadinya pembuahan semacam itu telah ditentukan secara alamiah. Sekali dalam 28 hari, seringkali sekitar pertengahan siklus menstruasi, sebuah telur dalam salah satu kandung telur menjadi masak dan begerak pelan masuk kedalam rahim. Perjalanan ini memerlukan waktu 3 sampai 7 hari, dan apabila dalam perjalanan tersebut tidak terjadi pembuahan, maka lenyaplah telur dalam rahim. Bila telur dalam perjalanan bertemu dengan spermatozoa dan masuk melalui dinding telur, maka terjadilah pada detik itu hal-hal sebagai berikut: sel benih melepaskan 23 bagian kecil-kecil dari dirinya yang disebut kromosom. Kromosom ayah dan kromosom ibu lebur menjadi satu dan membentuk bakal keturunan bagi anak. Kromosom tadi mengandung bagian yang lebih kecil lagi yang membawa faktor-faktor keturunan yang sesungguhnya disebut gene (Rita Eka Izzaty, 2008)
Periode prenatal berlangsung selama 280 hari atau kurang lebih 40 minggu yang dihitung mulai dari sesudah hari pertama menstruasi terakhir. Hurlock (1993) mengatakan bahwa orang awam menghitung kehamilan selama 9 bulan kalender. Bertentangan dengan itu, para ilmuwan menggunakan bulan yang lamanya 28 hari (lunar) sebagai tolok ukur. Ini bertepatan dengan periode siklus menstruasi wanita (Rita Eka Izzaty, 2008)
Urutan perkembangan dalam periode prenatal telah pasti dan tidak dapat diubah. Kepala, mata, tubuh, tangan, kaki, alat-alat kelamin dan alat-alat berkembang dengan urutan tertentu dan juga kurang lebih pada usia pranatal yang sama pada semua fetus. Perkembangan yang teratur menurut skema tertentu itu sebelum dan sesaat sesudah dilahirkan merupakan hal yang sangat penting. Pertumbuhan yang teratur ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semua fetus selalu dapat memutar kepalanya lebih dahulu sebelum mereka dapat melencangkan kepalanya (Rita Eka Izzaty, 2008)
Monks, dkk (1998) membagi periode pranatal menjadi (1) fase germinal (waktu 3 minggu pertama), (2) fase embrional (waktu 6-8 minggu berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu 8 sampai saat dilahirkan). Adapun masing-masing periode dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Periode Germinal
Periode germinal merupakan periode awal perkembangan pranatal yang berlangsung pada 2 minggu pertama setelah pembuahan. Ini merupakan meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot terdiri dari 100 hingga 250 sel. Pemisah sel telah dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar organisme terbentuk. Blastocyst adalah lapisan dalam sel yang berkembang selama periode germinal. Trophoblast ialah lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini kemudian menyediakan gizi dan dukungan bagi embrio. Implantation adalah melekatnya zigot ke dinding kandungan, berlangsung sekitar 10 hari setelah pembuahan.
2. Periode Embrionis
Periode embryonic/embrionis merupakan periode perkembangan pranatal yang terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah konsepsi. Selama periode embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel terbentuk dan organ-organ mulai tampak. Ketika zigot mendekati dinding rahim, sel-selnya membentuk dua lapisan. Massa sel tersebut disebut embrio. Embrio yang sudah terbentuk terdiri dari (a) lapisan bagian dalam sel ( endoderm) yang akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernapasan, (b) lapisan luar yang terdiri dari lapisan paling luar sel ( ectoderm) dan lapisan tengah ( mesoderm). Ectoderm akan berkembang menjadi sistem syaraf, penerima sensor (misalnya telinga, hidung, mata) dan bagian kulit (misalnya rambut dan kuku), sedangkan mesoderm akan berkembang menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan kotoran badan, dan sistem reproduksi.
Ketika lapisan embrio terbentuk, sistem dukungan kehidupan bagi embrio matang dan berkembang dengan cepat. Sistem dukungan kehidupan ini meliputi ari-ari, tali pusar, dan amnion, dan lebih jelaskan dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Ari-ari (placenta) merupakan suatu sistem dukungan kehidupan yang terdiri dari sekelompok jaringan yang berbentuk piring yang didalamnya pembuluh darah dari ibu dan anak mengait tetapi tidak menyatu.
b. Tali pusar (umbilical cord) adalah suatu sistem dukungan kehidupan yang mengandung dua pembuluh nadi dan satu pembuluh vena yang menghubungkan bayi dengan ari-ari. Molekul-molekul yang sangat kecil seperti udara, air, garam, makanan dari darah ibu, dan karbon dioksida serta kotoran pencernaan dari darah embrio berpindah dari ibu kepada bayi dan bayi kepada ibu. Molekul-molekul yang besar tidak dapat berpindah melalui dinding ari-ari; ini meliputi sel darah merah dan zat-zat berbahaya seperti kebanyakan bakteri, kotoran ibu dan zat-zat berbahaya seperti kebanyakan bakteri, kotoran ibu dan hormon, Mekanisme yang mengatur pemindahan zat-zat melalui hambatan ari-ari itu kompleks dan masih belum seluruhnya dipahami.
c. Amnion merupakan suatu keranjang yang berisi cairan bening yang didalamnya embrio yang sedang berkembang mengapung. Seperti halnya ari-ari dan tali pusar, amnion berkembang dari telur yang dibuahi bukan dari tubuh ibu. Pada kira-kira usia 16 minggu ginjal janin mulai memproduksi air kencing yang merupakan sumber utama cairan amniotis hingga trimester ketiga, ketika beberapa cairan dikeluarkan dari paru-paru oleh janin yang sedang bertumbuh. Isi cairan amniotis meningkat sepuluh kali lipat dari usia ke-12 hingga ke-40 minggu kehamilan, dan dikeluarkan dengan berbagai cara. Sebagian ditelan oleh janin, dan sebagian lagi diserap melalui tali pusar dan selaput yang menutup ari-ari. Cairan amniotis penting dalam menyediakan lingkungan yang suhu dan kelembapannya terkendali, serta untuk melindungi janin dari guncangan.
Beberapa perkembangan penting dari embrionis antara lain pada minggu ketiga, saluran syaraf yang pada akhirnya menjadi susunan tulang belakang terbentuk. Pada usia kira-kira 21 hari, mata mulai kelihatan, dan pada usia 24 hari sel untuk jantung mulai berpisah. Selama minggu keempat, penampakan pertama sistem saluran kencing alat kelamin (urogenital) kelihatan, dan kuncup lengan serta kaki muncul. Empat bilik jantung terbentuk dan pembuluh darah naik ke permukaan. Dari minggu kelima hingga kedelapan, lengan dan kaki selanjutnya berpisah, pada saat ini, wajah mulai berbentuk tetapi masih begitu dapat dikenal. Bidang usus berkembang dan struktur wajah tersusun bersama. Pada usia 8 minggu, janin yang sedang berkembang beratnya kira-kira sepertigapuluh ons dan panjangnya satu inci. Proses pembentukan organ yang berlangsung selama dua bulan pertama perkembangan prenatal disebut organogenesis.
3. Periode Fetal
Periode fetal merupakan periode perkembangan pranatal yang dimulai dari dua bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung sampai 7 bulan. Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin kira-kira 3 inci dan beratnya kira-kira 1 ons. Janin semakin aktif menggerakan tangan dan kakinya, membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya. Wajah, dahi, kelopak mata, hidung, dan dagu dapat dibedakan, demikian pula lengan bagian atas, tangan, dan tungkai, serta alat kemaluan dapat diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Pada akhir bulan keempat, janin telah tumbuh hingga 5,5 inci panjangnya dan beratnya 4 ons. Pada saat ini, suatu percepatan pertumbuhan terjadi pada tubuh bagian bawah. Refleks pranatal semakin kuat, gerakan-gerakan lengan dan kaki dapat dirasakan untuk pertama kalinya oleh ibunya. Menurut psikologi Islam, janin yang telah berumur 4 bulan ditiupkan ruh oleh Allah SWT. Serta ditentukanlah semua yang berkaitan dengankehidupannya.
Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira-kira 10-12 inci dan beratnya 0,5 pon-1 pon. Struktur kulit sudah terbentuk misalnya kuku jari kaki dan kuku jari tangan. Janin semakin aktif, yang memperlihatkan keinginan akan suatu posisi tertentu di dalam kandungan. Pada akhir bulan keenam, panjang janin kira-kira 14 inci dan beratnya naik 0,5 pon-1 pon lagi. Mata dan kelopak mata benar-benar terbentuk, suatu lapisan rambut halus menutup kepala. Refleks menggengam muncul, dan pernafasan yang belum beraturan terjadi. Pada akhir bulan ketujuh, panjang janin 14-17 inci dan naik beberapa pon lagi hingga beratnya 2,5-3 pon. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin tumbuh lebih panjang dan naik lebih berat lagi kira-kira 4 pon. Ketika lahir, rata-rata bayi Amerika beratnya 7-7,5 pon dan tingginya sekitar 20 inci. Pada dua bulan terakhir, jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem organ, misalnya jantung dan ginjal.
Adapun pertumbuhan dan perkembangan utama janin selama tiga trimester mulai dari periode germinal sampai fetal dapat dirinci ke dalam tiga tabel yang disajikan berikut ini:
Tabel 1. Pertumbuhan fetal pada trimester pertama (3 bulan pertama)
Pertumbuhan hingga 4 minggu 8 minggu 12 minggu
 Pertumbuhan kurang dari 1/10 inci.
 Awal perkembangan susunan tulang belakang, system syaraf, usus, jantung, dan paru paru.
 Kantung amniotis membungkus lapisan dasar seluruh tubuh.
 Disebut “telur” (ovum)
 Panjangnya kurang dari 1 inci.
 Wajah sudah berbentuk dengan mata, telinga, mulut, dan pucuk gigi yang belum sempurna.
 Lengan dan kaki bergerak.
 Otak mulai membentuk.
 Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan ultrasound.
 Disebut “embrio”  Panjangnya sekitar 3 inci dan beratnya sekitar 1 Ons.
 Dapat menggerakkan lengan, kaki, jari tangan, dan jari kaki.
 Sidik jari muncul.
 Dapat tersenyum, memberengut, mengisap, dan menelan.
 Jenis kelamin dapat dibedakan.
 Dapat kencing.
 Disebut “fetus” (janin)
Tabel 2. Pertumbuhan fetal pada trimester kedua (3 bulan pertenganhan)
16 minggu 20 minggu 24 minggu
 Panjangnya sekitar 5,5 inci dan beratnya 4 ons.
 Denyut jantung kuat.
 Kulit tipis, tembus pandang.
 Rambut halus (lanugo) menutup tubuh.
 Kuku jari tangan dan kuku jari kaki sudah berbentuk.
 Gerakan-gerakan terkoordinasi, dapat berguling di dalam cairan amniotis.  Panjangnya 10-12 inci dan beratnya 0,5-1 pon.
 Denyut jantung dapat didengar dengan stetoskop biasa.
 Menghisap ibu jari.
 Tersedak
 Rambut, bulu mata, alis mata muncul.  Panjangnya 11-14 inci dan beratnya 1-1,5 pon.
 Kulit mengkerut dan tertutup dengan lapisan pelindung (vernix caseosa).
 Mata sudah terbuka.
 Meconium berkumpul di dalam usus besar.
 Mampu memegang dengan kuat.
Tabel 3. Pertumbuhan fetal pada trimester ketiga (3,5 bulan terakhir)
28 minggu 32 minggu 36-38 minggu
 Panjangnya 14-17 inci dan beratnya 2,5-3 ons.
 Bertambahnya lemak tubuh.
 Sangat aktif.
 Gerakan pernafasan yang belum sempurna muncul.
 Panjangnya 16,5-18 inci dan beratnya 4-5 pon.
 Memiliki periode tidur dan bangun.
 Berada dalam posisi lahir.
 Tulang kepala lembut dan lentur.
 Zat besi disimpan di dalam hati.  Panjangnya 19 inci dan beratnya 6 pon.
 Kulit kurang mengkerut.
 Vernix caseosa tipis.
 Lanugo umumnya hilang.
 Kurang aktif.
 Memperoleh kekebalan dari ibu.
C. Pengaruh Prenatal pada Tingkah Laku Sesudah Dilahirkan
Menurut Rita Eka Izzaty (2008) dalam bukunya “Perkembangan Perserta Didik” menjelaskan ada beberapa faktor perkembangan masa prenatal yang dapat mempengaruhi tingkah laku anak pasca kelahiran. Beberapa faktor tersebut meliputi:
1. Faktor lingkungan
a. Faktor ekstern yang diperkirakan mempengaruhi tingkah laku pos-natal antara lain :
1) Sinar rotgen dapat mempengaruhi tingkah laku motorik, gerak bebas, pembuangan, aktivitas, belajar diskriminatif dan tingkah laku persetubuhan. Akibat penyinaran memiliki hubungan dengan usia kehamilan dan banyak sedikitnya penyinaran pada satu pihak dengan besar kecilnya akibat yang ditimbulkan, makin banyak dosis penyinaran makin buruk akibatnya.
2) Pemakaian obat-obat penenang seperti softenon atau thalidomid dapat mengakibatkan cacat berat. Penelitian antara tahun 1959-1962 menemukan bahwa cacat yang disebabkan thalidomid terjadi antara hari ke 34 dan ke 50, jadi antara minggu kelima dan ketujuh usia kehamilan. Usaha-usaha pengguguran kandungan dengan menggunakan obat-obatan yang lain pada usia kehamilan awal dapat menyebabkan gangguan-gangguan perkembangan.
b. Ketergantungan emosional dapat berpengaruh pada kenaikan aktivitas yang sangat menyolok pada fetus. Penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa wanita dengan susunan syaraf otonom yang labil mempunyai fetus yang paling aktif. Fetus yang aktif pada waktu dilahirkan memiliki berat badan yang kurang serta menunjukan masalah-masalah makan menurut penelitian Stott, 1957, 1958 (dalam Monks, 1992) menemukan bahwa kegoncangan psikis dalam dua bulan pertama dapat menyebabkan gangguan sentral, missal mongolismus atau down syndrome. Bila ketegangan psikis terjadi pada usia fetal, maka dapat terjadi sindrom nafsu terhambat, yakni sedikit aktivitas, sedikit spontanitas, pada umumnya terjadi suatu tingkah laku apatis.
c. Takhayul di Indonesia menjadi masalah, terutama mengenai pengaruh tingkah laku sewaktu orangtua terhadap bayi yang akan dilahirkan. Ada anggapan bahwa sewaktu ibu sedang hamil, suaminya membunuh seekor ular, maka anak yang akan dilahirkan bersisik seperti ular. Selain itu ibu hamil sering ngidam, misalnya mengginginkan makanan yang aneh-aneh, buah-buahan masam, bau-bauan tertentu, mual-mual bila membau keringat atau rokok suami. Hal itu dapat diterangkan bahwa dalam diri ibu adanya pengaruh keadaan hormonal terhadap psikis ibu.
2. Sikap Ibu
Ada anggapan bahwa sikap menolak dari pihak ibu terhadap janin dalam kandungan akan diteruskan sesudah anak dilahirkan. Namun hasil penelitian Geissler di Jerman Timur dan Sears et al di Amerika (dalam Monks,dkk., 1992) menunjukan bahwa lebih dari 90% jumlah ibu yang semula menolak, berubah mempunyai sikap positip terhadap anak sesudah dilahirkan. Geissler dalam penelitian longitudinal menunjukan bahwa ada perubahan sikap ibu terhadap anak yang dikandungnya, yakni dari sikap positif ke negatif, dan dari sikap negatif ke positif , dan sikap yang berubah-ubah itu akhirnya menjadi positif, yaitu sikap menerima terhadap anak yang dilahirkan.
D. Implikasi Perkembangan Masa Prenatal pada Pendidikan
Perkembangan janin dalam kandungan membutuhkan perawatan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan, agar bayi yang dilahirkan normal. Bila terjadi hambatan dalam kandungan yang mencegah terjadinya perkembangan menurut waktu yang tepat, individu akan mengalami cacat yang dapat mengganggu selama hidupnya.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan keabnormalan bayi yang disebabkan dari dalam kandungan. Selain seperti yang telah disebutkan Monks, dkk. di atas, ada beberapa faktor lagi yang menurut Kartini Kartono (1981) antara lain (1) kekurangan nutrisi, infeksi dan luka-luka serta keracunan sewaktu dalam kandungan. Peristiwa tersebut dapat menyebabkan keguguran (abortus), (2) sewaktu ibu mengandung menderita penyakit kholera, thypus, malaria tropika kronis, gondok (bof) pada waktu mengandung muda, syphilis, gabag/mazelen, TBC sehingga ada pengaruh buruk pada janin (foetus intra uterina). Bayi yang lahir mungkin akan menderita toxemia, yaitu peristiwa keracunan pada darah, sehingga terjadi abnormalitas pada system syaraf (neuron), (3) terjadi intoxicztion atau keracunan pada janin, karena ibu sewaktu mengandung minum obat-obat penenang beracun (thalidomid) juga obat kontraseptif anti hamil yang sangat kuat mengandung racun, namun obat tersebut gagal atau tidak bekarja secara efektif.
Supaya bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus merawatnya dengan baik yaitu membutuhkan perawatan secara fisik dan psikis dan menjauhkan dari bahaya-bahaya selama kehamilan. Pemeriksaan rutin selama kehamilan akan semakin mudah diketahui secara dini gejala-gejala kelainan selama kehamilan, sehingga pencegahan terhadap gangguan selama kehamilan sedini mungkin dapat dicegah dan diobati.
BAB III
KESIMPULAN
1. Kehidupan manusia secara biologis dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan, yaitu bertemunya sel telur dan spermatozoa. Secara psikologis kehidupan manusia dimlai saat janin dalam kandungan mulai bereaksi terhadap rangsang-rangsang dari luar.
2. Masa kehamilan merupakan masa yang penting, karena dalam kehamilan terjadi beberapa hal yang berefek pada perkembangan janin selanjutnya. Periode prenatal yang berlangsung selama 10 bulan lunar. Monks, dkk. (1992) membagi periode prenatal menjadi (1) fase germinal (waktu 2 minggu pertama). (2) fase embrional (waktu 6-8 minggu berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu ke-8 sampai saat dilahirkan).
3. Implikasi dalam bidang pendidikan, supaya bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus merawatnya dengan baik dan membutuhkan perawatan secara fisik dan psikis dan menjauhkan dari bahaya-bahaya selama kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA
Endriani, Ani. 2011. Pengertian Masa Prenatal. (Online). (http://aniendriani.blogspot.com/2011/02/pengertian-masa-prenatal.html, diakses tanggal 20 April 2012)
Izzaty, Rita Eka, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY
Press.
Kartono, K. (1981). Psikology Abnormal. Bandung: Penerbit Alumni.
Monks, F.J., Knoers, A.M.P., dan Haditono, S.R. (1998). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia pada hakikatnya senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Proses perkembangan kehidupan manusia melalui beberapa tahapan. Umumnya, manusia akan selalu berubah mengikuti proses perkembangan di sekitar kehidupannya, dimulai sejak masa prenatal, masa bayi, lalu tumbuh menjadi seorang remaja, dewasa, dan kemudian meninggal.
Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu di saat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu. Namun, banyak masyarakat pedesaan pada umumnya cenderung menganggap bahwa permulaan perkembangan psikologis dimulai pada saat anak dilahirkan. Akibat kecenderungan ini, kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak pada masa prenatal. Padahal pada masa inilah penentu dan pembentuk karakter dan tingkah laku anak sesudah lahir.
Melihat keadaan masyarakat yang demikian, tentu sangat perlu untuk segera diluruskan. Inilah yang menyebabkan perkembangan masa prenatal perlu untuk dipelajari. Terutama yang perlu dipelajari yaitu tahapan selama masa prenatal, pengaruhnya terhadap tingkah laku sesudah dilahirkan, serta pendidikan yang baik selama masa prenatal.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan perkembangan masa prenatal?
2. Apa saja tahapan perkembangan janin dalam kandungan?
3. Apa saja pengaruh masa prenatal pada tingkah laku sesudah dilahirkan?
4. Bagaimana implikasi perkembangan masa prenatal pada pendidikan?
C. Tujuan
1. Menjelaskan apa yang dimaksud perkembangan masa prenatal.
2. Menjelaskan tahapan perkembangan janin dalam kandungan.
3. Menjelaskan bahaya-bahaya yang harus diperhatikan selama masa prenatal.
4. Menjelaskan implikasi perkembangan prenatal pada bidang pendidikan.
D. Manfaat
1. Bagi penulis dapat dijadikan ilmu tentang perkembangan masa prenatal.
2. Bagi guru dapat dijadikan pemahaman bahwa kepribadian siswa merupakan implikasi dari hasil perkembangan masa prenatal.
3. Bagi orang tua agar memahami serta dapat melakukan tindakan yang tepat saat menghadapi perkembangan masa prenatal.
4. Bagi pembaca diharapkan dapat memberikan masukan bagi yang berkepentingan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Masa Prenatal
Periode prenatal/masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika indung telur (ovum) wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Di lihat dari segi waktunya, periode prenatal ini merupakan periode perkembangan manusia yang paling singkat, tetapi justru pada periode inilah dipandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu (Ani Endriani, 2011).
Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis. Meskipun tidak dapat diklaim bahwa periode ini merupakan periode yang paling berbahaya dalam seluruh rentang kehidupan, banyak yang percaya bahwa masa anak-anak lebih berbahaya tetapi jelas bahwa periode ini merupakan masa di mana bahaya-bahaya lingkungan atau bahaya-bahaya psikologis dapat sangat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya atau bahkan dapat mengakhiri suatu perkembangan (Ani Endriani, 2011).
B. Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan
Permulaan kehidupan manusia dapat ditinjau secara psikologis dan biologis. Secara psikologis kehidupan manusia dimulai pada saat janin mulai berinteraksi terhadap rangsang-rangsang dari luar. Reaksi terhadap rangsang dari luar telah dimulai sangat awal. Ditinjau secara biologis kehidupan dimulai pada saat terjadinya konsepsi atau pembuahan, yakni bersatunya sel telur (ovum: tunggal, ova: jamak) dan sel laki-laki (spermatozoa: tunggal, spermatozoon: jamak). Kedua sel yang telah bersatu tersebut tumbuh dan berkembang dalam organ reproduksi wanita (gonad). Sel telur diproduksi dalam gonad wanita (ovarium) dan sel spermatozoa diprodiksi dalam gonad pria (tes tes) (Rita Eka Izzaty, 2008).
. Proses terjadinya pembuahan dalam dilihat pada gambar berikut ini.
pembuahan sel telur
Gambar 1. Pembuahan sel telur
Kemungkinan terjadinya pembuahan semacam itu telah ditentukan secara alamiah. Sekali dalam 28 hari, seringkali sekitar pertengahan siklus menstruasi, sebuah telur dalam salah satu kandung telur menjadi masak dan begerak pelan masuk kedalam rahim. Perjalanan ini memerlukan waktu 3 sampai 7 hari, dan apabila dalam perjalanan tersebut tidak terjadi pembuahan, maka lenyaplah telur dalam rahim. Bila telur dalam perjalanan bertemu dengan spermatozoa dan masuk melalui dinding telur, maka terjadilah pada detik itu hal-hal sebagai berikut: sel benih melepaskan 23 bagian kecil-kecil dari dirinya yang disebut kromosom. Kromosom ayah dan kromosom ibu lebur menjadi satu dan membentuk bakal keturunan bagi anak. Kromosom tadi mengandung bagian yang lebih kecil lagi yang membawa faktor-faktor keturunan yang sesungguhnya disebut gene (Rita Eka Izzaty, 2008)
Periode prenatal berlangsung selama 280 hari atau kurang lebih 40 minggu yang dihitung mulai dari sesudah hari pertama menstruasi terakhir. Hurlock (1993) mengatakan bahwa orang awam menghitung kehamilan selama 9 bulan kalender. Bertentangan dengan itu, para ilmuwan menggunakan bulan yang lamanya 28 hari (lunar) sebagai tolok ukur. Ini bertepatan dengan periode siklus menstruasi wanita (Rita Eka Izzaty, 2008)
Urutan perkembangan dalam periode prenatal telah pasti dan tidak dapat diubah. Kepala, mata, tubuh, tangan, kaki, alat-alat kelamin dan alat-alat berkembang dengan urutan tertentu dan juga kurang lebih pada usia pranatal yang sama pada semua fetus. Perkembangan yang teratur menurut skema tertentu itu sebelum dan sesaat sesudah dilahirkan merupakan hal yang sangat penting. Pertumbuhan yang teratur ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semua fetus selalu dapat memutar kepalanya lebih dahulu sebelum mereka dapat melencangkan kepalanya (Rita Eka Izzaty, 2008)
Monks, dkk (1998) membagi periode pranatal menjadi (1) fase germinal (waktu 3 minggu pertama), (2) fase embrional (waktu 6-8 minggu berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu 8 sampai saat dilahirkan). Adapun masing-masing periode dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Periode Germinal
Periode germinal merupakan periode awal perkembangan pranatal yang berlangsung pada 2 minggu pertama setelah pembuahan. Ini merupakan meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot terdiri dari 100 hingga 250 sel. Pemisah sel telah dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar organisme terbentuk. Blastocyst adalah lapisan dalam sel yang berkembang selama periode germinal. Trophoblast ialah lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini kemudian menyediakan gizi dan dukungan bagi embrio. Implantation adalah melekatnya zigot ke dinding kandungan, berlangsung sekitar 10 hari setelah pembuahan.
2. Periode Embrionis
Periode embryonic/embrionis merupakan periode perkembangan pranatal yang terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah konsepsi. Selama periode embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel terbentuk dan organ-organ mulai tampak. Ketika zigot mendekati dinding rahim, sel-selnya membentuk dua lapisan. Massa sel tersebut disebut embrio. Embrio yang sudah terbentuk terdiri dari (a) lapisan bagian dalam sel ( endoderm) yang akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernapasan, (b) lapisan luar yang terdiri dari lapisan paling luar sel ( ectoderm) dan lapisan tengah ( mesoderm). Ectoderm akan berkembang menjadi sistem syaraf, penerima sensor (misalnya telinga, hidung, mata) dan bagian kulit (misalnya rambut dan kuku), sedangkan mesoderm akan berkembang menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan kotoran badan, dan sistem reproduksi.
Ketika lapisan embrio terbentuk, sistem dukungan kehidupan bagi embrio matang dan berkembang dengan cepat. Sistem dukungan kehidupan ini meliputi ari-ari, tali pusar, dan amnion, dan lebih jelaskan dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Ari-ari (placenta) merupakan suatu sistem dukungan kehidupan yang terdiri dari sekelompok jaringan yang berbentuk piring yang didalamnya pembuluh darah dari ibu dan anak mengait tetapi tidak menyatu.
b. Tali pusar (umbilical cord) adalah suatu sistem dukungan kehidupan yang mengandung dua pembuluh nadi dan satu pembuluh vena yang menghubungkan bayi dengan ari-ari. Molekul-molekul yang sangat kecil seperti udara, air, garam, makanan dari darah ibu, dan karbon dioksida serta kotoran pencernaan dari darah embrio berpindah dari ibu kepada bayi dan bayi kepada ibu. Molekul-molekul yang besar tidak dapat berpindah melalui dinding ari-ari; ini meliputi sel darah merah dan zat-zat berbahaya seperti kebanyakan bakteri, kotoran ibu dan zat-zat berbahaya seperti kebanyakan bakteri, kotoran ibu dan hormon, Mekanisme yang mengatur pemindahan zat-zat melalui hambatan ari-ari itu kompleks dan masih belum seluruhnya dipahami.
c. Amnion merupakan suatu keranjang yang berisi cairan bening yang didalamnya embrio yang sedang berkembang mengapung. Seperti halnya ari-ari dan tali pusar, amnion berkembang dari telur yang dibuahi bukan dari tubuh ibu. Pada kira-kira usia 16 minggu ginjal janin mulai memproduksi air kencing yang merupakan sumber utama cairan amniotis hingga trimester ketiga, ketika beberapa cairan dikeluarkan dari paru-paru oleh janin yang sedang bertumbuh. Isi cairan amniotis meningkat sepuluh kali lipat dari usia ke-12 hingga ke-40 minggu kehamilan, dan dikeluarkan dengan berbagai cara. Sebagian ditelan oleh janin, dan sebagian lagi diserap melalui tali pusar dan selaput yang menutup ari-ari. Cairan amniotis penting dalam menyediakan lingkungan yang suhu dan kelembapannya terkendali, serta untuk melindungi janin dari guncangan.
Beberapa perkembangan penting dari embrionis antara lain pada minggu ketiga, saluran syaraf yang pada akhirnya menjadi susunan tulang belakang terbentuk. Pada usia kira-kira 21 hari, mata mulai kelihatan, dan pada usia 24 hari sel untuk jantung mulai berpisah. Selama minggu keempat, penampakan pertama sistem saluran kencing alat kelamin (urogenital) kelihatan, dan kuncup lengan serta kaki muncul. Empat bilik jantung terbentuk dan pembuluh darah naik ke permukaan. Dari minggu kelima hingga kedelapan, lengan dan kaki selanjutnya berpisah, pada saat ini, wajah mulai berbentuk tetapi masih begitu dapat dikenal. Bidang usus berkembang dan struktur wajah tersusun bersama. Pada usia 8 minggu, janin yang sedang berkembang beratnya kira-kira sepertigapuluh ons dan panjangnya satu inci. Proses pembentukan organ yang berlangsung selama dua bulan pertama perkembangan prenatal disebut organogenesis.
3. Periode Fetal
Periode fetal merupakan periode perkembangan pranatal yang dimulai dari dua bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung sampai 7 bulan. Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin kira-kira 3 inci dan beratnya kira-kira 1 ons. Janin semakin aktif menggerakan tangan dan kakinya, membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya. Wajah, dahi, kelopak mata, hidung, dan dagu dapat dibedakan, demikian pula lengan bagian atas, tangan, dan tungkai, serta alat kemaluan dapat diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Pada akhir bulan keempat, janin telah tumbuh hingga 5,5 inci panjangnya dan beratnya 4 ons. Pada saat ini, suatu percepatan pertumbuhan terjadi pada tubuh bagian bawah. Refleks pranatal semakin kuat, gerakan-gerakan lengan dan kaki dapat dirasakan untuk pertama kalinya oleh ibunya. Menurut psikologi Islam, janin yang telah berumur 4 bulan ditiupkan ruh oleh Allah SWT. Serta ditentukanlah semua yang berkaitan dengankehidupannya.
Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira-kira 10-12 inci dan beratnya 0,5 pon-1 pon. Struktur kulit sudah terbentuk misalnya kuku jari kaki dan kuku jari tangan. Janin semakin aktif, yang memperlihatkan keinginan akan suatu posisi tertentu di dalam kandungan. Pada akhir bulan keenam, panjang janin kira-kira 14 inci dan beratnya naik 0,5 pon-1 pon lagi. Mata dan kelopak mata benar-benar terbentuk, suatu lapisan rambut halus menutup kepala. Refleks menggengam muncul, dan pernafasan yang belum beraturan terjadi. Pada akhir bulan ketujuh, panjang janin 14-17 inci dan naik beberapa pon lagi hingga beratnya 2,5-3 pon. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin tumbuh lebih panjang dan naik lebih berat lagi kira-kira 4 pon. Ketika lahir, rata-rata bayi Amerika beratnya 7-7,5 pon dan tingginya sekitar 20 inci. Pada dua bulan terakhir, jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem organ, misalnya jantung dan ginjal.
Adapun pertumbuhan dan perkembangan utama janin selama tiga trimester mulai dari periode germinal sampai fetal dapat dirinci ke dalam tiga tabel yang disajikan berikut ini:
Tabel 1. Pertumbuhan fetal pada trimester pertama (3 bulan pertama)
Pertumbuhan hingga 4 minggu 8 minggu 12 minggu
 Pertumbuhan kurang dari 1/10 inci.
 Awal perkembangan susunan tulang belakang, system syaraf, usus, jantung, dan paru paru.
 Kantung amniotis membungkus lapisan dasar seluruh tubuh.
 Disebut “telur” (ovum)
 Panjangnya kurang dari 1 inci.
 Wajah sudah berbentuk dengan mata, telinga, mulut, dan pucuk gigi yang belum sempurna.
 Lengan dan kaki bergerak.
 Otak mulai membentuk.
 Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan ultrasound.
 Disebut “embrio”  Panjangnya sekitar 3 inci dan beratnya sekitar 1 Ons.
 Dapat menggerakkan lengan, kaki, jari tangan, dan jari kaki.
 Sidik jari muncul.
 Dapat tersenyum, memberengut, mengisap, dan menelan.
 Jenis kelamin dapat dibedakan.
 Dapat kencing.
 Disebut “fetus” (janin)
Tabel 2. Pertumbuhan fetal pada trimester kedua (3 bulan pertenganhan)
16 minggu 20 minggu 24 minggu
 Panjangnya sekitar 5,5 inci dan beratnya 4 ons.
 Denyut jantung kuat.
 Kulit tipis, tembus pandang.
 Rambut halus (lanugo) menutup tubuh.
 Kuku jari tangan dan kuku jari kaki sudah berbentuk.
 Gerakan-gerakan terkoordinasi, dapat berguling di dalam cairan amniotis.  Panjangnya 10-12 inci dan beratnya 0,5-1 pon.
 Denyut jantung dapat didengar dengan stetoskop biasa.
 Menghisap ibu jari.
 Tersedak
 Rambut, bulu mata, alis mata muncul.  Panjangnya 11-14 inci dan beratnya 1-1,5 pon.
 Kulit mengkerut dan tertutup dengan lapisan pelindung (vernix caseosa).
 Mata sudah terbuka.
 Meconium berkumpul di dalam usus besar.
 Mampu memegang dengan kuat.
Tabel 3. Pertumbuhan fetal pada trimester ketiga (3,5 bulan terakhir)
28 minggu 32 minggu 36-38 minggu
 Panjangnya 14-17 inci dan beratnya 2,5-3 ons.
 Bertambahnya lemak tubuh.
 Sangat aktif.
 Gerakan pernafasan yang belum sempurna muncul.
 Panjangnya 16,5-18 inci dan beratnya 4-5 pon.
 Memiliki periode tidur dan bangun.
 Berada dalam posisi lahir.
 Tulang kepala lembut dan lentur.
 Zat besi disimpan di dalam hati.  Panjangnya 19 inci dan beratnya 6 pon.
 Kulit kurang mengkerut.
 Vernix caseosa tipis.
 Lanugo umumnya hilang.
 Kurang aktif.
 Memperoleh kekebalan dari ibu.
C. Pengaruh Prenatal pada Tingkah Laku Sesudah Dilahirkan
Menurut Rita Eka Izzaty (2008) dalam bukunya “Perkembangan Perserta Didik” menjelaskan ada beberapa faktor perkembangan masa prenatal yang dapat mempengaruhi tingkah laku anak pasca kelahiran. Beberapa faktor tersebut meliputi:
1. Faktor lingkungan
a. Faktor ekstern yang diperkirakan mempengaruhi tingkah laku pos-natal antara lain :
1) Sinar rotgen dapat mempengaruhi tingkah laku motorik, gerak bebas, pembuangan, aktivitas, belajar diskriminatif dan tingkah laku persetubuhan. Akibat penyinaran memiliki hubungan dengan usia kehamilan dan banyak sedikitnya penyinaran pada satu pihak dengan besar kecilnya akibat yang ditimbulkan, makin banyak dosis penyinaran makin buruk akibatnya.
2) Pemakaian obat-obat penenang seperti softenon atau thalidomid dapat mengakibatkan cacat berat. Penelitian antara tahun 1959-1962 menemukan bahwa cacat yang disebabkan thalidomid terjadi antara hari ke 34 dan ke 50, jadi antara minggu kelima dan ketujuh usia kehamilan. Usaha-usaha pengguguran kandungan dengan menggunakan obat-obatan yang lain pada usia kehamilan awal dapat menyebabkan gangguan-gangguan perkembangan.
b. Ketergantungan emosional dapat berpengaruh pada kenaikan aktivitas yang sangat menyolok pada fetus. Penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa wanita dengan susunan syaraf otonom yang labil mempunyai fetus yang paling aktif. Fetus yang aktif pada waktu dilahirkan memiliki berat badan yang kurang serta menunjukan masalah-masalah makan menurut penelitian Stott, 1957, 1958 (dalam Monks, 1992) menemukan bahwa kegoncangan psikis dalam dua bulan pertama dapat menyebabkan gangguan sentral, missal mongolismus atau down syndrome. Bila ketegangan psikis terjadi pada usia fetal, maka dapat terjadi sindrom nafsu terhambat, yakni sedikit aktivitas, sedikit spontanitas, pada umumnya terjadi suatu tingkah laku apatis.
c. Takhayul di Indonesia menjadi masalah, terutama mengenai pengaruh tingkah laku sewaktu orangtua terhadap bayi yang akan dilahirkan. Ada anggapan bahwa sewaktu ibu sedang hamil, suaminya membunuh seekor ular, maka anak yang akan dilahirkan bersisik seperti ular. Selain itu ibu hamil sering ngidam, misalnya mengginginkan makanan yang aneh-aneh, buah-buahan masam, bau-bauan tertentu, mual-mual bila membau keringat atau rokok suami. Hal itu dapat diterangkan bahwa dalam diri ibu adanya pengaruh keadaan hormonal terhadap psikis ibu.
2. Sikap Ibu
Ada anggapan bahwa sikap menolak dari pihak ibu terhadap janin dalam kandungan akan diteruskan sesudah anak dilahirkan. Namun hasil penelitian Geissler di Jerman Timur dan Sears et al di Amerika (dalam Monks,dkk., 1992) menunjukan bahwa lebih dari 90% jumlah ibu yang semula menolak, berubah mempunyai sikap positip terhadap anak sesudah dilahirkan. Geissler dalam penelitian longitudinal menunjukan bahwa ada perubahan sikap ibu terhadap anak yang dikandungnya, yakni dari sikap positif ke negatif, dan dari sikap negatif ke positif , dan sikap yang berubah-ubah itu akhirnya menjadi positif, yaitu sikap menerima terhadap anak yang dilahirkan.
D. Implikasi Perkembangan Masa Prenatal pada Pendidikan
Perkembangan janin dalam kandungan membutuhkan perawatan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan, agar bayi yang dilahirkan normal. Bila terjadi hambatan dalam kandungan yang mencegah terjadinya perkembangan menurut waktu yang tepat, individu akan mengalami cacat yang dapat mengganggu selama hidupnya.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan keabnormalan bayi yang disebabkan dari dalam kandungan. Selain seperti yang telah disebutkan Monks, dkk. di atas, ada beberapa faktor lagi yang menurut Kartini Kartono (1981) antara lain (1) kekurangan nutrisi, infeksi dan luka-luka serta keracunan sewaktu dalam kandungan. Peristiwa tersebut dapat menyebabkan keguguran (abortus), (2) sewaktu ibu mengandung menderita penyakit kholera, thypus, malaria tropika kronis, gondok (bof) pada waktu mengandung muda, syphilis, gabag/mazelen, TBC sehingga ada pengaruh buruk pada janin (foetus intra uterina). Bayi yang lahir mungkin akan menderita toxemia, yaitu peristiwa keracunan pada darah, sehingga terjadi abnormalitas pada system syaraf (neuron), (3) terjadi intoxicztion atau keracunan pada janin, karena ibu sewaktu mengandung minum obat-obat penenang beracun (thalidomid) juga obat kontraseptif anti hamil yang sangat kuat mengandung racun, namun obat tersebut gagal atau tidak bekarja secara efektif.
Supaya bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus merawatnya dengan baik yaitu membutuhkan perawatan secara fisik dan psikis dan menjauhkan dari bahaya-bahaya selama kehamilan. Pemeriksaan rutin selama kehamilan akan semakin mudah diketahui secara dini gejala-gejala kelainan selama kehamilan, sehingga pencegahan terhadap gangguan selama kehamilan sedini mungkin dapat dicegah dan diobati.
BAB III
KESIMPULAN
1. Kehidupan manusia secara biologis dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan, yaitu bertemunya sel telur dan spermatozoa. Secara psikologis kehidupan manusia dimlai saat janin dalam kandungan mulai bereaksi terhadap rangsang-rangsang dari luar.
2. Masa kehamilan merupakan masa yang penting, karena dalam kehamilan terjadi beberapa hal yang berefek pada perkembangan janin selanjutnya. Periode prenatal yang berlangsung selama 10 bulan lunar. Monks, dkk. (1992) membagi periode prenatal menjadi (1) fase germinal (waktu 2 minggu pertama). (2) fase embrional (waktu 6-8 minggu berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu ke-8 sampai saat dilahirkan).
3. Implikasi dalam bidang pendidikan, supaya bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus merawatnya dengan baik dan membutuhkan perawatan secara fisik dan psikis dan menjauhkan dari bahaya-bahaya selama kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA
Endriani, Ani. 2011. Pengertian Masa Prenatal. (Online). (http://aniendriani.blogspot.com/2011/02/pengertian-masa-prenatal.html, diakses tanggal 20 April 2012)
Izzaty, Rita Eka, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY
Press.
Kartono, K. (1981). Psikology Abnormal. Bandung: Penerbit Alumni.
Monks, F.J., Knoers, A.M.P., dan Haditono, S.R. (1998). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

0 komentar:

Poskan Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com