Oleh: Khairya
Alfiani *)

Dalam pancasila filsafat, nilai
(value:inggris) sering dihubungkan dengan masalah kebaikan. Sesuatu dikatakan
mempunyai nilai, apabila sesuatu itu berguna, benar, (nilai kebenaran), indah
(nilai estetika), baik (nilai moral), religius (nilai religi), dan sebagainya.
Nilai itu ideal, bersifat ide. Karena itu nilai adalah sesuatu yang abstrak dan
tidak dapat disentuh oleh panca indera.Yang dapat ditangkap adalah barang atau
laku perbuatan yang mengandung nilai itu.
Sebagaimana dijelaskan diatas
bahwa nilai itu tersembunyi di balik kenyataan lain. Impikasinya adalah bahwa
sebenarnya segala sesuatu itu bernilai atau mengandung nilai, hanya saja
derajat nilai itu positif atau negative. Disamping itu macam nilai yang
terkandung didalam sesuatu itu, masih harus ditentukan kemudian. Banyak usah
telah dilakukan untuk mengklasifikasi nilai. Pengklasifikasiannya pun beraneka
ragam tergantung dari titik tolak atau sudut pandang penggolongannya.
MACAM MACAM NILAI
Walter
G. Everet menggolongkan nilai nilai manusiawi menjadi delapan kelompok yaitu :
1.
Nilai
nilai ekonomis (ditunjukan oleh harga pasar dan meliputi semua benda yang dapat
dibeli). Misalnya : emas atau logam mulia mempunyai nilai ekonomis dari pada
seng, kemanfaatan, kedayagunaan.
2.
Nilai
nilai kejasmanian (mengacu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan badan).
Misalnya : kebugaran, kesehatan, kemulusan tubuh, kebersihan.
3.
Nilai
nilai hiburan (nilai nilai permainan dan waktu senggang yang dapt menyumbang pada
pengayaan kehidupan). Misalnya : kenikmatan rekreasi, keharmonisan musik,
keselarasan nada.
4.
Nilai
nilai social (berasal mula dari berbagai bentuk perserikatan manusia). Misalnya
: kerukunan, persahabatan, persaudaraan, kesejahteraaan, keadilan, kerakyatan,
persatuan.
5.
Nilai
nilai watak (keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan social yang diinginkan).
Misalnya : kejujuran, kesederhanaan, kesetiaan.
6.
Nilai
nilai estetis (nilai nilai keindahan dalam alam dan karya seni). Misalnya :
keindahan, keselarasan, keseimbangan, keserasian.