Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Makalah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2013

PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI


Oleh: Khairya Alfiani *)

Dalam pancasila filsafat, nilai (value:inggris) sering dihubungkan dengan masalah kebaikan. Sesuatu dikatakan mempunyai nilai, apabila sesuatu itu berguna, benar, (nilai kebenaran), indah (nilai estetika), baik (nilai moral), religius (nilai religi), dan sebagainya. Nilai itu ideal, bersifat ide. Karena itu nilai adalah sesuatu yang abstrak dan tidak dapat disentuh oleh panca indera.Yang dapat ditangkap adalah barang atau laku perbuatan yang mengandung nilai itu.
Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa nilai itu tersembunyi di balik kenyataan lain. Impikasinya adalah bahwa sebenarnya segala sesuatu itu bernilai atau mengandung nilai, hanya saja derajat nilai itu positif atau negative. Disamping itu macam nilai yang terkandung didalam sesuatu itu, masih harus ditentukan kemudian. Banyak usah telah dilakukan untuk mengklasifikasi nilai. Pengklasifikasiannya pun beraneka ragam tergantung dari titik tolak atau sudut pandang penggolongannya.
MACAM MACAM NILAI
Walter G. Everet menggolongkan nilai nilai manusiawi menjadi delapan kelompok yaitu :
1.      Nilai nilai ekonomis (ditunjukan oleh harga pasar dan meliputi semua benda yang dapat dibeli). Misalnya : emas atau logam mulia mempunyai nilai ekonomis dari pada seng, kemanfaatan, kedayagunaan.
2.      Nilai nilai kejasmanian (mengacu pada kesehatan, efisiensi dan keindahan badan). Misalnya : kebugaran, kesehatan, kemulusan tubuh, kebersihan.
3.      Nilai nilai hiburan (nilai nilai permainan dan waktu senggang yang dapt menyumbang pada pengayaan kehidupan). Misalnya : kenikmatan rekreasi, keharmonisan musik, keselarasan nada.
4.      Nilai nilai social (berasal mula dari berbagai bentuk perserikatan manusia). Misalnya : kerukunan, persahabatan, persaudaraan, kesejahteraaan, keadilan, kerakyatan, persatuan.
5.      Nilai nilai watak (keseluruhan dari keutuhan kepribadian dan social yang diinginkan). Misalnya : kejujuran, kesederhanaan, kesetiaan.
6.      Nilai nilai estetis (nilai nilai keindahan dalam alam dan karya seni). Misalnya : keindahan, keselarasan, keseimbangan, keserasian.

PERKEMBANGAN MASA PRENATAL

Oleh : Khairya Alfiani


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia pada hakikatnya senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Proses perkembangan kehidupan manusia melalui beberapa tahapan. Umumnya, manusia akan selalu berubah mengikuti proses perkembangan di sekitar kehidupannya, dimulai sejak masa prenatal, masa bayi, lalu tumbuh menjadi seorang remaja, dewasa, dan kemudian meninggal.
Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu di saat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu. Namun, banyak masyarakat pedesaan pada umumnya cenderung menganggap bahwa permulaan perkembangan psikologis dimulai pada saat anak dilahirkan. Akibat kecenderungan ini, kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak pada masa prenatal. Padahal pada masa inilah penentu dan pembentuk karakter dan tingkah laku anak sesudah lahir.
Melihat keadaan masyarakat yang demikian, tentu sangat perlu untuk segera diluruskan. Inilah yang menyebabkan perkembangan masa prenatal perlu untuk dipelajari. Terutama yang perlu dipelajari yaitu tahapan selama masa prenatal, pengaruhnya terhadap tingkah laku sesudah dilahirkan, serta pendidikan yang baik selama masa prenatal.

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN PERBEDAAN INDIVIDU DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN

oleh : Khairya Alfiani


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Telah kita ketahui bahwa setiap individu itu unik yaitu tidak ada dua individu yang sama Persis baik dari sifat, karakter, maupun lainnya. Tiap masing- masing individu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Begitu halnya siswa, antara siswa satu dengan yang lain pasti berbeda. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis kepribadian dan sifat-sifatnya. Perbedaan individual ini terlihat pada cara dan hasil belajar siswa itu sendiri.
Perbedaan individu tersebut perlu adanya penanganan dari guru sebagai pembimbing dalam rangka upaya pembelajaran. Dlam pendidikan sekarang ini system pendidikan yang di gunakan sendiri bersifat klasikal yaitu melakukan pembelajaran di kelas dengan hanya melihat siswanya saja sebagai individu dengan kemampuan rata-rata, kebiasaan begitu juga dengan pengetahuannya yang hamper sama tidak berbeda satu sama lain yang kurang memeperhatikan masalah perbedaan dari masing-masing individu.
Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapat diperbaiki dengan beberapa cara. Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang bervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat di atasi. Selain itu penggunaan media akan membantu mengatasi perbedaan siswa dalam cara belajar. Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai, dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang. Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai, sedang, maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar.

Makalah Penjasorkes “Kesehatan” HIV / AIDS

oleh : Khairya Alfiani


BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Virus adalah organisme yang kecil, bahkan lebih kecil dari pada bakteri yang bisa menyebabkan TBC atau kolera. Virus tersebut begitu umum sehingga manusia dapat terserang olehnya berulang kali sepanjang hidupnya. Virus dapat menyebabkan masuk angin, demikian juga polio, campak, gondok, dan flu. Virus-virus ini dapat tersebarkan oleh batuk, bersin/ sentuhan.
HIV ( Human Immunodeficiency Virus) meskipun juga termasuk salah satu virus. HIV tidak dapat menyebar dengan cara yang sama seperti virus-virus pada umumnya. HIV hanya dapat disebarkan oleh hubungan seks, darah, jarum kotor, dan alat-alat lain, serta dari seorang ibu kepada anaknya yang belum lahir atau ibu yang menyusui bayinya.
HIV berbeda karena belum ada vaksin untuknya. Tetapi dengan mengubah perilaku dapat juga menghentikan penyebaran penyakit ini. Misalnya, mencuci tangan setelah dari kamar mandi akan merendahkan peluang penyebaran penyakit kepada orang lain.
Ada dua jenis virus pelemah system kekebalan manusia, yaitu HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 ditemukan di semua belahan dunia, sedangkan HIV-2 ditemukan paling banyak di Afrika Barat. Karena penyebaran kedua virus ini dapat dicegah dengan cara yang sama. Oleh karena itu, dalam makalah ini, penyusun akan membahas HIV-1 dan HIV-2 secara bersama-sama sebagai HIV saja.
Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com